Kamis, 19 April 2012

SEPENGGAL KISAH...



41 tahun lalu,disebuah dusun yang sepi,jauh dari keramaian kota,lahirlah seorang bayi mungil,cantik,yang sudah diharapkan oleh kedua orang tuanya.Proses kelahirannya hanya ditemani oleh seorang dukun bayi.Beda dengan sekarang,berbagai persiapan akan dilakukan jika seorang perempuan akan melahirkan.Dengan kesederhanaan si bayi mungil tumbuh kembang seperti anak2 lainnya.Sifat yang menonjol dari sigadis kecil ini,pendiam dan penurut.Segala pekerjaan yang ditugaskan oleh orang tuanya selalu dikerjakan dengan penuh iklas dan tanggung jawab.Saking hormat dengan orang tuanya,sigadis rela tidak ikut upacara 17 Agustus ke kecamatan,karena membantu sang ayah yang sedang menanam kacang.Namun hal itu bukan menjadikan si gadis beban,tapi malah menambah motivasi semakin giat belajar.Hal ini dapat dibuktikan yang setiap menerima raport catur wulan si gadis selalu masuk 2 besar.Tumbuh kembang dengan banyak sodara banyak yang harus dibagi.Namun pekerjaan tetap pekerjaan,yang susah dibagi dengan sodara,karena 7 dari 9 sodara laki-laki.Rupanya kerajinan,kepandaian dan penurut ,membuat Seseorang tertarik membawa hijrah dari desa ke kota dan dapat melanjutkan pendidikan lebih tinggi.Karena di desa ini anak2 jarang yang sekolah tinggi.Maklum budaya desa jika sudah lulus SD rata2 kalo tidak mrantau,dikawinkan.Bener aja,lulus SMP sigadis hijrah kesebuah kota yang tenang,disanalah ia berpisah dengan kedua orang tua dan saudara2nya.Apapun yang disuruhnya pasti dikerjakan,karena menurutnya,hidup adalah perjuangan,dan perjuangan akan membawa makna hidup yang sangat dalam untuk bekal di masa depan.Semua badai telah berlalu,3 tahun rupanya telah membuat sigadis tambah dewasa dan ijazah gurupun dibawa pulang.Seseorang yang telah mendidiknya selama ini tdk tinggal diam,ketika ada lowongan pekerjaan  di sebuah pabrik Sepatu di Tangerang, sigadis inipun dikirim juga kesana. 2Tahun disana banyak mengalami transisi hidup dari yang diberi kini bisa memberi.Kegiatan MUDIKA yang diikutinya membuat ia banyak teman dan Kegiatan.Apa yang ia dapatkan adalahcinta teman dan sodara .Disinilah ia merasa nyaman.Karena ia merasa tidak sendiri lagi.ketiga ada maslah ada tempat untuk curhat,ketika sakit,ada tempat untuk istirahat.Diantara Cinta teman-teman yang menjadi sodara,ada satu nama yang sampai kini masih teringat,karena nama ini punya cinta yang beda dengan cinta teman2nya.Cinta yang membuat bahagia sekaligus cinta yang membuat luka hati.Namun Tuhan menggariskan lain.Selain luka hati,ia juga terkena penyakit tifus yang mau tidak mau harus istirahat total 3 bulan.Dan bener aja pabrik tidak mau ijin sebanyak itu,maka mau tidak mau harus keluar.Setelah keluar dari pabrik sepatu itu,beberapa pilihan ditawarkan,dan sigadis memilih untuk melamar jadi guru.Disepanjang perjalanan jadi Guru inilah kisah-kisah baru terjadi.Tak lepas dari intrik2 Cinta. Ada satu nama yang sampai sekarang masih terkenang.Diakhir perjalanan mereka sepakat untuk membuat "Masa lalu biarlah jadi kenangan,Jangan dilupakan,Karena masa mendatang akan selalu punya masa lalu untuk dikenang" Kesepakatan itu membuat mereka untuk menjalani seperti yang Tuhan rencanakan.Di usia yang ke-26 Tuhan mengirim seseorang untuk menjalani hidup berkeluarga.Menjelang sakramen perkawinan yang direncanakan Tuhan berkehendak lain.Ibunya yang sudah melahirkan dan selalu memberi motivasi,dipanggil kembali ke pangkuanNya.Namun Sakramen perningkahan ttp diteruskan setelah 40 hari,mengingat pengurusan surat yang susah dan masa kedaluwarsa.Kemandirian rupanya sudah tertanam dalam hati,berlarut dalam kesedihan tak bisa mengembalikan ibunya kembali.Bangkitlah ia dengan kehidupan yang baru dengan keluarga barunya.Tak seperti yang dibayangkan,HIDUP BERKELUARGA ITU indah,menyenangkan dan,....bla,....Masa2 indah ia alami tapi masa2 sulitpun tak kunjung berhenti.Atas kesabaran,kerendahan hati,dan doa,ia bisa melewati satu demi satu ujian hidup itu.Kini 4 orang anak sudah dipercayakan Tuhan untuk dididik,dibesarkan,supaya berguna dengan kasih dan cinta.Ia hanya pasrah dan menjalani hidup ini dengan sabar,dengan penuh percaya.Karena Tuhan tidak akan memberi ujian yang melebihi kekuatannya.Maka hanya kepada Tuhan ia pasrahkan semuanya.Hanya kepada Tuhan segala cita,cinta,rasa dan karya untuk dirinya dan keluarga diserahkan.Semoga Tuhan selalu memberikan yang terbaik,untuk keluarga dan handai taulan.Setiap kejadian pasti ada hikmah yang diambil.Maka sampai detik inipun ia tak pantang menyerah dan berusaha mendidik ke-4 anaknya,sesuai kemampuan,...Siapakah dia?Dia Sipenulis cerita ini yang masih aktif jadi seoarng guru di Lembaga Pendidikan Pesona Edu.Terimakasih atas perhatian sudah membaca cerita ini.Salam Rosaline Suparti Yuwono (Penulis)
Tak Lupa Saya juga berterima Kasih kepada P Dhe Djumadi sekeluarga yang sudah mendidik dan membesarkan saya,juga teman2 dan keluarga yang sudah sangat berperan dalam perjalanan hidup saya.Tak ada gading yang tak retak,banyak kekurangan dalam pembuatan blog ini,saya mohon kritik dan saran yang mendukung supaya blog saya lebih baik.Syukur-syukur bisa tukar link.....GBU All Ways......

1 komentar:

CERITAKU - CAH NEDSO mengatakan...

Teman-teman,saya lagi belajar membuat blok,tolong di bantu ya,...trimakasih